Senin, 03 Oktober 2016

perkembangan SI & TI

1. Sistem Informasi

Sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi (Alter,1992).

Awal adanya Sistem Informasi muncul selama tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, perusahaan raksasa multinasional banyak menyelesaikan pembangunan sistem informasi global mereka (GIS/ Global Information System), tetapi masih terdapat beberapa hal lain yang masih harus diselesaikan dalam rangka menyempurnakan sistem pengelolaan informasi berbasis komputer yang mendunia ini.


Pada tahun 2000-an, kurang lebih 2070 perusahaan multinasional akan didorong untuk memperbaikiaplikasi sistem informasi dan bentukan arsitektur sistem ini. Sistem yang mulanya dirancang untuk mendukung operasi yang tersentralisasi ataupun tidak tersentralisasi akan ditingkatkan untuk memampukan perusahaan induk dan cabangnya beroperasi sebagai sebuah koordinat suatu sistem yang terintegrasi.
 
Adapun hal yan perlu ditingkatkan dan diintegrasikan secara utuh dalam pematangan sistem informasi dunia adalah peranan sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System/ CBIS). Selanjutnya CBIS yang lebih sering di sebut sistem informasi.

Subsistem Pengembangan Sistem Informasi


1. Sistem Informasi Akuntansi
Subsistem ini menjadikan segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan perusahaan menjadi jauh lebih mudah dan sederhana dengan penggunaan sistem komputer. Saat tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke dalam basis data. Salah satunya adalah ketika data akuntansi ini masuk ke dalam pusat pengumpulan data yang dilakukan oleh pekerja dan pengawas kendali kualitas saat produksi berlangsung. Pihak manajemen dapat melakukan pemantauan pada waktu itu juga (real time) terhadap kegiatan kendali kualitas yang terjadi. Laporan keuangan standar yang dibuat oleh SIA, seperti rekening koran (income statement) dan analisis biaya, disajikan sebagai suatu kartu catatan kualitas produk, pengembalian pelanggan, dan proses selanjutnya yang terkait.

2. Sistem Informasi Manajemen
SIM bertanggung jawab dalam menyediakan informasi untuk seluruh manajer perusahaan dalam bentuk laporan berkala, laporan khusus, dan keluaran bentuk matematika. Para manajer di semua wilayah fungsi dapat menerima keluaran ini, yang sebagian besar dihasilkan dari gabungan data SIA yang ada. Contoh laporan yang dimaksud adalah manajer kendali kualitas dapat menerima laporan bulanan yang menunjukan tingkat penolakan untuk masing-masing tahap dalam proses di pabrik.

3. Sistem Pendukung Keputusan
Sistem ini memungkinkan pembuatan keluaran (out put) untuk masalah khusus yang berkenaan dengan kualitas. Penerapan SPK yang berbasis sistem komputer ini dapat dilihat dari beberapa kegiatan seperti; seorang pengawas kualitas produksi perusahaan yang dapat memperbaiki basis data untuk tampilan biaya perbaikan produk yang disebabkan pengembalian dari pelanggan, manajer pabrik dapat menggunakan lembaran elektronik untuk meniru pengaruh bonus kualitas pada biaya produksi.

4. Sistem Otomatisasi Perkantoran
SOP menyediakan prasarana telekomunikasi untuk orang-orang di dalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi di lingkungan internal dengan para penyalur serta para pelanggan di lingkungan perusahaan. Komunikasi ini membuat kelompok penanggung jawab kualitas, seperti komite dan kelompok proyek, untuk menyelaraskan upaya kemampuan telekomunikasi tersebut. Pengolahan kata (word processing), Email, surat suara (voice mail), dan pemindahan facsimile dapat memenuhi dan menunjang pelaksanaan subsistem ini dengan baik. Aplikasi SOP lainnya seperti tatap muka melalui video gambar (video conferencing), pertemuan/ temu wicara melalui suara (audio conferencing), merupakan terapan subsistem otomatisasi perkantoran yang sangat mendukung proses komunikasi di antara pihak-pihak perusahaan yang keberadaannya tersebar.

5. Sistem Ahli
Perusahaan dapat menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligent) untuk meraih suatu pengetahuan dan menjadi ahli dalam pengetahuan tersebut serta untuk lebih mencakapkan para pegawai pada bentuk sistem informasi. Fungsi sistem ahli dinamakan sebagai konsultan, dan kegiatannya disebut konsultasi. Tingkatan operasional perusahaan merupakan tempat sistem ahli yang paling tinggi nilai efektivitasnya. Sistem ini dapat menampilkan kebutuhan basis data atau penggunaan di bidang lainnya secara lebih cepat. Salah satu sistem ahli pertama adalah buatan perusahaan General Electric (GE) dari Amerika Serikat untuk mendapatkan transfer pengetahuan dari ahli perbaikan lokomotif yang lama dan mendekati masa pensiun. Sistemnya dinamakan CATS-1,NU, dibuat untuk membantu montir mengenali dan mendiagnosis masalah mesin. Di saat masalah telah ditemukan, sebuah pita gambar (video tape) menginstruksikan mesin untuk memperbaiki bagian yang perlu saja.

source: http://adf.ly/4468532/int/http://itdare.blogspot.co.id/2014/12/sejarah-perkembangan-sistem-informasi.html

2. Teknik Infomatika

Akhir-akhir ini perkembangan dunia teknologi semakin pesat dari waktu ke waktu, terutama dalam bidang Informasi Teknologi ( IT ). Hal ini didukung oleh semakin meningkatnya SDM di bidang IT dan semakin banyaknya mahasiswa lulusan di bidang IT. Kira-kira bagaimana perkembangan dunia IT dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan ? Apakah kesempatana kerja bagi para lulusan IT semakin 
terbuka lebar ? ini lah yang akan menjadi topik bahasan yang akan saya jelaskan disini menurut pandangan saya pribadi dalam kapasitas saya sebagai mahasiswa jurusan Teknik Informatika. Namun topik yang akan saya bahas ini saya batasi pada bidang Computer Science, sesuai tugas kuliah saya pada mata kuliah Pengantar Teknik Informatika :D 

Ilmu Komputer memiliki lima disipilin ilmu, yaitu Information System, Information Technology, Computer science, Computer Engineering dan Software Engineering. Di Indonesia sendiri Computer Science lebih dikenal dengan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer. Computer Science adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang pembentukan konsep dan fondasi algoritma yang nantinya dapat dikembangkan dalam dunia robotika, computer vison, system intelligent, bioinformatics dll. Lulusan di bidang Informatika diharapkan mememiliki kemampuan dasar yang memungkinkan mereka membiasakan diri terhadap teknologi dan ide-ide baru.

Berdasarkan kompetensi-komptensi tersebut berikut ini adalah jalur kalir yang dapat dijadikan pilihan para lulusan Informatika :
  • Programmer => merancang dan mengimplemantasikan software
  • Developper => mengembakan cara baru menggunakan komputer
  • System Analyst => menemukan cara yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah
  • Merancang dan Mengatur infrastruktur teknologi
Dari jalur karir di atas menurut saya semua jalur karir untuk lulusan Informatika masih sangat menjanjinkan dilihat dari kemajuan dan perkembangan teknologi di bidang IT yang terus berkembang dari tahun ke tahun dan diprediksi akan terus berkembang lebih pesat lagi. Setiap perkembangan dari teknologi itu sendiri pasti dibarengi dengan peningkatan kebutuhan SDM pada bidang itu sendiri. Disinilah para sarjana Informatika dapata mengambil perannya sesuai minat dan kemampuan yang dia miliki. Jadi dalam 5 -10 tahun kedepan karir untuk lulusan Teknik Informatika sangat terbuka lebar karena memang kemajuan zaman yang membutuhkannya.

Untuk menangkap peluang-peluang di masa depan nantinya, kita sebagai lulusan Informatika harus memiliki strategi untuk dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Salah satunya adalah dengan mengetahui, Strength(kelebihan),Weakness ( kekurangan ), Opportunity ( kesempatan ) dan Threat ( ancaman ) atau biasa disebut SWOT dari diri kita sendiri. Saya sendiri sudah membuat my own SWOT seperti berikut.
  • Strength : Memiliki motivasi yang tinggi, Optimis, semangat juang yang tinggi, memiliki kemauan untuk belajar yang tinggi
  • Weakness : malas memulai, mudah terpengaruh lingkungan, manajemen waktu belum baik
  • Opportunity : Cara saya menangkap kesempatan yaitu dengan kuliah di salah satu perguruan tinggi di bidang Teknik yang  terkemuka di Indonesia dan belajar dengan tekun
  • Threat : manajemen yang kurang baik dan kurang sabar
setelah mengetahui SWOT saya tersebut, saya dapat membuat strategi bagaimana caranya dengan SWOT tersebut saya dapat memanfaatkan peluang dalam 5 - 10 tahun mendatang. Secara umumnya kita harus bias memanfaatkan kelebihan yang kita miliki dan menjadikannya senjata pamungkas kita untuk menutupi atau bahkan menghilangkan kelemahan yang kita milki. Dan mulailah memikirkan solusi dari sekarang bagaimana menghadapi ancaman yang akan timbul nantinya, serta manfaatkan kesempatan yang ada sebaik-baiknya.

source: http://windije.blogspot.co.id/2014/09/keunggulan-dan-perkembangan-jurusan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar